Minggu, 28 Juli 2013

Kang Said: Kalau Mau Benar, Ikuti Ulama


Kang Said: Kalau Mau Benar, Ikuti Ulama
Selasa, 23/07/2013 08:03
Jakarta, NU Online
Umat Islam dituntut beragama secara benar. Kalau mau benar dalam meyakini dan mengamalkan agama, maka sebagai jalan satu-satunya mereka harus mengikuti bimbingan ilmu ulama.

Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disapa Kang Said dalam sambutan Pelatihan Aswaja dan Empat Pilar di Kantor PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Jum‘at (19/7) sore.

Al-Quran, kata Kang Said, memang pedoman utama umat Islam. Namun tidak semua perihal agama dijelaskan. Sesuatu yang tidak dijelaskan Al-Quran, diuraikan lebih lanjut oleh hadis Rasulullah SAW.

Perintah sembahyang misalnya. Al-Quran, sambung Kang Said, tidak menjelaskan berapa rakaat, perihal waktunya, dan pemilahan sembahyang wajib dan sunah. Semuanya diterangkan dalam hadis. Namun, hadis tidak menjelaskan persiapan sebagai syarat sembahyang dan apa saja yang dilakukan di dalamnya sebagai rukun sembahyang.

Saat itulah, lanjut Kang Said, ilmu ulama berperan. Pemuka agama di zaman tabi‘in bersama para santrinya berlomba-lomba menciptakan ilmu sebagai petunjuk beragama. Imam Syafi‘I antara lain menemukan ilmu Ushul Fiqh sebagai pedoman dalam memahami Al-Quran dan hadis untuk kebutuhan penetapan hukum agama.

Sementara para ulama lain merumuskan ilmu nahwu demi kepentingan struktur bahasa yang berkaitan dengan makna. Pada kesempatan lain, ulama menemukan ilmu tajwid sebagai pedoman membaca Al-Quran dengan benar agar “Alif Lam Mim” tidak dibaca “Alam”, tegas Kang Said.

“Jadi memahami Islam harus dengan ilmu (bayan aqli), tidak cukup Al-Quran (bayan Ilahi) dan hadis (bayan nabawi). Kalau ada orang menyerukan kembali ke Al-Quran dan hadis, maka ia orang bodoh. Karena, kita tidak mengalami zaman Rasulullah. Tanpa ilmu ulama yang terus berantai hingga Rasulullah dan para sahabatnya, kita tidak bisa beribadah apapun,” tutup Kang Said.