Sabtu, 02 Januari 2010

BIOGRAPHY GUS DUR

Gus Dur, Pertama kali mendengar nama itu, yang terbayang dalam benak saya adalah sosok tokoh yang mampu hidup di mana saja. Gus Dur adalah seorang yang telah mengalami berbagai macam pengalaman hidup yang jarang dialami oleh manusia lain di muka bumi ini. Dari berbagai macam pengalaman hidup itulah Gus Dur terbentuk sebagai sosok yang bisa memahami berbagai macam perbedaan. Inilah alasan mengapa beliau menjadi sangat pluralis. Gus Dur lahir dari Keluarga Besar Nahdhatul Ulama (NU) yang terkenal sebagai Islam
Tradisionalis. NU adalah organisasi yang didirikan oleh kakeknya Hasyim Asy'ari.
Meskipun demikian Gus Dur tidak hanya hidup di kalangan orang-orang Islam Tradisionalis saja, namun sejak kecil sudah banyak menemui berbagai manusia dari banyak golongan. Ayahnya Wahid Hasyim adalah seorang tokoh nasional yang pernah menjabat sebagai Menteri Agama di Republik Indonesia ini. Ayahnya sering sekali menerima tamu dari berbagai agama di Indonesia, bahkan sebagai tokoh nasional Wahid Hasyim juga acapkali bertemu dengan tokoh-tokoh penting dunia yang juga bermacam-macam karakter. Sehingga dari sini Gus Dur muda sudah mengenal berbagai macam jenis karakter manusia yang ada di dunia.
Pengalaman hidup di Ibukota Jakarta yang majemuk juga mempengaruhi pola pikir beliau, di tambah lagi dengan pengalaman kehidupan di kota Jombang yang sangat tradisionalis, mengawali pembetentukan karakter berfikir Gus Dur. Setelah dewasa Gus Dur juga merasakan alam kota Kairo di Mesir, juga menariknya perhatian kota Baghdad di Irak sangat membantu sosok Gus Dur untuk menjadi pluralis.
Kegemarannya membaca segala macam buku, juga jarang dialami oleh manusia lain. Kebanyakan pembaca buku di Indonesia hanya membaca buku-buku yang berbahasa Indonesia dan beberapa yang lain membaca buku-buku berbahasa Inggris. Sedikit sekali orang Indonesia yang membaca buku-buku berbahasa Perancis dan Belanda atau bahasa Lain di dunia. Namun, Gus Dur dengan kemampuannya berbahasa asing, memudahkan beliau untuk membaca buku-buku yang tidak hanya berbahasa Indonesia, Arab dan inggris, tetapi juga buku-buku dengan bahasa lain yang dipahami oleh Gus Dur.
Dalam buku ini, dengan telaten Greg Barton, penulis, merangkai satu persatu rangkaian cerita dari berbagai sumber mengenai Gus Dur, sehingga menjadikan buku ini menarik untuk dibaca. Banyak cerita-cerita tentang Gus Dur, yang saya temukan di buku ini, tidak pernah diceritakan di buku lain.
Greg Barton menyusun biografi Gus Dur dengan cara eksperiman langsung. Greg Barton secara langsung hidup bersama Gus Dur dan mendengar cerita-cerita langsung dari Gus Dur dan keluarga, serta merasakan pengalaman-pengalaman langsung dengan hidup bersama Gus Dur.
Banyak sekali buku yang diterbitkan oleh Greg Barton tentang Gus Dur dan pemikiran-pemikiran Gus Dur, tetapi buku ini, menurut saya, wajib dibaca bagi orang-orang yang ingin mengetahui kehidupan Gus Dur secara detil.