Sabtu, 16 Oktober 2010

Posisi Tidur Sunnah Rosulullah membantu penanganan Kejang

Apabila anda sedang berada dalam keramaian, tiba-tiba ada orang di dekat anda mengalami gejala penyakit epilepsi yaitu kejang-kejang (seizures) , apa yang sebaiknya anda lakukan?

1. Tetap tenang, dan jangan panik


2. Cegah cedera lebih lanjut, jaga kepala korban agar tidak membentur benda keras. di saat kejang-kejang, kepala korban harus diberi bantalan atau disandarkan ke benda yg empuk. apabila tidak ada benda empuk disekitar anda, bisa digunakan kaki atau paha (memangku kepala korban)

3. Jangan membatasi gerakan korban di saat kejang-kejang. jangan ditahan, biarkan badannya bergerak-gerak namun tetap dijaga agar tidak membentur benda keras


4. Jangan memasukkan apa saja ke dalam mulut korban seperti obat, air, dan sebagainya. hal ini untuk mencegah korban supaya tidak tersedak dan menghambat pernafasan. beri minum apabila korban sudah memperoleh kesadarannya


5. Beri ruangan di sekitar korban, cegah supaya jangan sampai terlalu banyak orang yg mengerumuni korban, hal ini supaya korban dapat lebih mudah memperoleh udara segar


6. Kejang-kejang biasanya hanya berlangsung selama kurang dari 5 menit, apabila berlangsung lebih lama dari itu, segera panggil dokter. apabila anda mengetahui kalau ini pertama kalinya korban mengalami kejang-kejang, segera panggil dokter


7. Setelah korban tenang dan tidak bergerak, baringkan korban dalam recovery position jika memungkinkan. recovery position adalah posisi tidur dengan badan menghadap ke kanan (sisi kanan badan berada di bawah). tangan menyangga kepala, dan kaki yg berada di atas ditekuk. posisi ini berguna untuk mencegah ludah menghambat saluran pernafasan (saat nafas belum stabil). selain itu dalam posisi tidur ini, jantung (berada di sisi kiri badan) berada lebih tinggi ke otak, sehingga aliran darah ke otak akan lebih lancar (karena darah tertarik gravitasi dan menuju ke tempat yg lebih rendah). posisi tidur ini mirip seperti posisi tidur yg dianjurkan Nabi Muhammad SAW




Selain itu, ada hikmah lainnya dalam posisi tidur ini, yaitu
  1. Jantung (berada di sisi kiri badan) berada lebih tinggi ke otak, sehingga aliran darah ke otak akan lebih lancar (karena darah tertarik gravitasi dan menuju ke tempat yg lebih rendah).
  2. Dengan posisi tidur ini tulang belakang akan tetap tegak dan bukan lurus sehingga terhindar dari terjadinya kelainan bentuk tulang belakang seperti sakit pinggang, hernia nukleus pulposus (pergeseran piringan tulang belakang), kifosis (bungkuk), dan lainnya.
  3. Posisi ini sangat dianjurkan untuk para ibu hamil karena perutnya yang sudah membesar dan akan berbahaya bila tidurnya terlentang. Resiko untuk terjadinya oedem dan varises akan membesar pada posisi terlentang akibat cairan tubuh yang sebagian besar akan tertarik oleh gravitasi dan mengumpul pada bagian - bagian tubuh yang terendah.

Selengkapnya :
• http://kesehatan.kompasiana.com/2009/12/11/pertolongan-pertama-untuk-kejang-kejang/